EKONOMI

a.       Potensi Unggulan Desa.

1).  Pertanian
Komoditi sektor pertanian yang berupa Tanaman Pangan Padi, dan ini merupakan usaha produktif masyarakat, dan  memberikan sumber pendapatan pemiliknya dan masyarakat desa pada umumnya.


Kepemilikan Lahan Sawah :
No
Pelaku Pertanian
Jumlah Orang
Luas Lahan (ha)
1
Pemilik Penggarap
135
65.5000
2
Penggarap Sewa
132
35.2500
3
Penggarap Maro
57
30.1550

Jumlah
324
120.9050

Produksi rata-rata setiap  tahun  6,5 ton/ha dengan harga per kg                  Rp 4.000,00, usaha pertanian padi ini setidak-tidaknya  membantu perekonomian yang berkelanjutan disamping usaha lainnya.
Pemasaran hasil Pertanian tidaklah menjadi kesulitan mengingat bahwa kebutuhan pasar lokal  menjanjikan disamping diluar desa/kota.

2).   Perkebunan.
        Komoditi sektor perkebunan yang berupa Tanaman Tebu, dan ini merupakan usaha produktip masyarakat, namun  jumlah areanya tidak begitu luas sekitar  12 ha dan pemiliknya hanya 2 orang.

3).   Peternakan.
Sektor peternakan dengan beberapa jenis populasi ternak semisal Sapi, Ayam, Bebek, Kambing dan lain-lainnya, menjadi   komoditi unggulan desa, dan kondisi lingkungan sangat mendukung prospek  kedepan desa  maupun  pemiliknya, secara terperinci dapat  kami  sampaikan sebagai berikut :
Jenis Ternak
Jumlah/ekor
Pemilik
Produksi
/bln/thn
Sapi
125 ekor


Kambing
185 ekor


Ayam Petelur
250 ekor


Ayam Pedaging
1.000 ekor


Ayam Kampung
2.500 ekor


Itik
1.500 ekor


Babi
15 ekor


Burung Hias
550 ekor



3). Perikanan.
Sektor Perikanan merupakan kegiatan sampingan yang  dimiliki oleh Rumah Tangga baik berupa empang/kolam/karamba   maupun pemeliharaan bentuk kolom, tingkat kepentingan usaha perikanan ini  sebagai konsumsi  keluarga  maupun   dijual sebagai tambahan penghasilan, latar belakang usaha ini  adalah  memanfaatkan tanah dan lingkungan sekitar rumah kosong dan memanfaatkan waktu luang. Gambaran produktifitas dari usaha ini sebagai berikut :
Pemilik
Produk budidaya
Jenis ikan
Produksi / bln/tahun (Rp)
Modal awal
Nilai Jual

Kolam
Lele



Kolam
Nila



Kolam
Belut




                           4). Industri.
Sektor industri yang dimaksudkan adalah Industri Rumah tangga dengan  berbagai  jenis  kegiatan yang dikelola oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) dan /atau Kelompok dan usaha ini telah  berkembang sejak dahulu dan membudaya dimasyarakat, hal ini didukung kebutuhan pasar  cukup menjajikan, sebagai gambaran pendapatan yang diperoleh oleh pengrajin sbb :
Jenis Industri RT
Biaya
Keterangan
Total Nilai produksi  (Rp)
Bahan Baku (Rp)
Bahan penolong (Rp)
Industri Pangan




Industri Non Pangan





b.  Pertumbuhan  Ekonomi.

Sesuai dengan kondisi desa yang merupakan  daerah agraris maka struktur ekonominya lebih dominan kepada Sektor Pertanian dan/atau peternakan, disamping sektor – sektor lainnya baik berupa jasa industri, perkebunan, peternakan, pertukangan dan lain-lainnya. Tingkat Pertumbuhan sektor lainya diluar sektor unggulan /dominan , sangat  memungkinkan berkembang   apabila adanya peratian yang lebih dari pemerintah dengan membuka jalur  pemasaran serta pembinaan dan bantuan permodalan. 

0 komentar:

Posting Komentar